Apa Itu Kitting? Cara Kerjanya di Manufaktur dan E-commerce

Apa Itu Kitting? Cara Kerjanya di Manufaktur dan E-commerce

Kitting adalah praktik menggabungkan beberapa komponen atau produk menjadi satu unit yang memiliki SKU dan barcode sendiri.

Meal kit adalah versi konsumennya: satu kotak berisi semua bahan yang sudah ditakar untuk satu resep. Versi ritelnya bisa berupa printer yang dikemas bersama cartridge tinta starter dan buku panduan setup di bawah satu nomor item. Produsen menggunakan pendekatan yang sama secara internal, dengan menggabungkan setiap komponen yang dibutuhkan satu stasiun kerja untuk merakit satu produk menjadi satu kit.

Dalam setiap kasus, sekelompok komponen bergerak melalui proses penerimaan, penyimpanan, picking, dan pengiriman sebagai satu catatan, alih-alih tiga atau empat catatan terpisah. Bisnis menghitungnya sekali, memindainya sekali, dan mencantumkannya sekali dalam satu pesanan.

Artikel ini menjelaskan apa itu sistem kitting, apa bedanya dengan bundling dan assembly, di mana manfaatnya paling terasa, serta cara menyiapkannya.


Apa yang Sebenarnya Dilakukan Sistem Kitting

Sebuah "kit" adalah sekumpulan item yang dikelompokkan terlebih dahulu sebelum produksi atau pemenuhan pesanan, lalu dilacak sebagai satu produk. Konsultan manufaktur Dr. Lisa Lang menggambarkan full kitting dalam manufaktur sebagai "merakit semua yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu produk sebelum pekerjaan dimulai", sehingga proses produksi bisa berjalan dari awal hingga akhir tanpa terhenti gara-gara ada komponen yang hilang.

Detail teknis yang membuat kitting berfungsi adalah SKU. Setiap kit mendapat SKU dan barcode baru miliknya sendiri, terpisah dari SKU komponen-komponennya. Sistem mencatat satu kali pindai di level kit, sambil tetap mengurangi jumlah masing-masing komponen di baliknya.

Kitting muncul dalam dua bentuk utama:

  1. Komponen yang disiapkan untuk pekerjaan internal, di mana satu kit berisi setiap sekrup, fitting, dan alat yang dibutuhkan satu stasiun kerja untuk menyelesaikan satu rakitan.
  2. Set jadi yang disiapkan untuk dijual, di mana produk-produk pelengkap dikirim bersama sebagai satu item. Contoh sehari-harinya adalah set konsol game yang berisi konsol, controller, dan kabel-kabelnya.

Kitting vs. Bundling vs. Assembly

Ketiga istilah ini sering dipakai seolah-olah bisa saling menggantikan. Padahal tidak, dan perbedaannya mudah tertukar. Jadi mari kita bahas definisi sebenarnya:

Kitting menggabungkan item-item pelengkap di bawah satu SKU agar picking dan packing berjalan sebagai satu tindakan. Item-item tersebut tetap terpisah di dalam kemasannya. Kit perbaikan rem yang berisi kampas, cakram, dan hardware pemasangannya adalah sebuah kit.
Bundling adalah taktik penjualan. Ia mengelompokkan item, sering kali dengan diskon, untuk mendorong orang membeli lebih banyak dalam satu pesanan. Bundling menyasar keputusan pembeli, sementara kitting menyasar cara gudang mengambil pesanan. Promosi buy-one-get-one (BOGO) adalah bundle, bukan kit.
Assembly (perakitan) menggabungkan komponen menjadi satu produk jadi yang lebih besar, di mana komponen-komponennya kehilangan identitas terpisahnya begitu selesai dirakit. Meja flat-pack yang dikirim bersama paket hardware-nya lebih dekat ke assembly dibanding kitting, karena Anda berakhir dengan satu objek yang sudah jadi.

Masing-masing membutuhkan pengaturan yang berbeda.

Sebuah kit membutuhkan catatan itemnya sendiri, ditambah aturan tentang bagaimana ia mengurangi stok komponen saat terjual. Sebuah bundle lebih merupakan pilihan penetapan harga dan pencantuman produk. Kalau keduanya diperlakukan sama, Anda akan kehilangan jejak berapa banyak stok komponen yang sebenarnya Anda miliki.


Di Mana Kitting Membuat Perbedaan?

Sebuah mobil mainan di samping roda, as, dan alat perakitannya yang terpisah, menunjukkan komponen yang dikelompokkan sebelum dirakit.

1. Lini Perakitan yang Menggunakan Banyak Komponen Kecil

Di sinilah kitting bermula, dan manfaatnya mudah terlihat. Ketika seorang pekerja punya semua komponen untuk satu pekerjaan dalam satu kit, mereka tidak perlu lagi bolak-balik ke berbagai wadah terpisah, dan komponen-komponen itu memakan jauh lebih sedikit ruang di stasiun kerja. Penelitian tentang penanganan material di pabrik menemukan bahwa kitting mengurangi ruang yang dipakai di lini perakitan sekitar 20% dan stok yang menumpuk di sana sekitar setengahnya.

Produsen menyaksikan hal yang sama di lantai produksi nyata. Pabrik-pabrik yang beralih ke kitting melaporkan 10% hingga 20% lebih banyak pekerjaan perakitan yang selesai per jam dan downtime yang berkurang secara nyata.

2. Pesanan E-commerce untuk Produk yang Dibeli Bersamaan

Mengambil pesanan multi-item secara manual membuka peluang dua kesalahan: ada item yang terlewat, atau salah item yang masuk. Untuk produk yang selalu dibeli pelanggan secara bersamaan, kit yang sudah dirakit sebelumnya menghilangkan langkah pengambilan per pesanan yang menjadi sumber kesalahan itu, karena item-itemnya sudah dikelompokkan dan dipindai di bawah satu barcode.

Ini juga membuat penghitungan harian Anda lebih sederhana. Satu SKU kit mewakili beberapa item terpisah saat pemenuhan pesanan, sehingga tim picking menangani lebih sedikit baris item per pesanan.

3. Ruang Penyimpanan untuk Komponen Terkait

Menyimpan banyak komponen kecil secara terpisah menghabiskan ruang rak dan menambah jumlah yang harus dikelola. Menggabungkan komponen untuk satu pekerjaan menjadi satu kit mengurangi ruang yang terpakai di sisi lini. Kemasan kit dengan ukuran yang sudah pas juga memungkinkan pengirim menggunakan kardus berukuran tepat, yang menurunkan biaya dimensional-weight pada paket yang tadinya dikirim lepasan.

4. Stok yang Lambat Bergerak dan Nilai Pesanan

Kitting juga merupakan cara untuk mengosongkan produk yang tidak laku. Pasangkan barang yang lambat terjual dengan barang yang populer dalam satu set berdiskon, dan barang yang lambat itu akhirnya punya alasan untuk keluar dari rak sementara nilai pesanan pun ikut bertambah. Ini taktik ritel yang sudah lama terbukti: McKinsey mengidentifikasi bundling sebagai tuas penetapan harga untuk meningkatkan pendapatan per pelanggan, dan toko yang menambahkan bundle umumnya melihat nilai rata-rata pesanan naik 20% hingga 35%.


Cara Menyiapkan Sistem Kitting

Pekerja gudang mengemas produk ke dalam kardus selama proses pengambilan pesanan dan kitting.

1. Pilih Komponen dari Riwayat Pesanan Anda Sendiri

Tentukan isi setiap kit menggunakan data yang sudah Anda miliki. Untuk kit penjualan, tarik produk-produk yang sering muncul bersamaan di pesanan-pesanan sebelumnya. Untuk kit produksi, daftarkan setiap komponen yang dikonsumsi satu stasiun kerja untuk menyelesaikan satu rakitan, yang disebut bill of materials untuk pekerjaan tersebut.

💡
Pro Tip: Jika Anda punya daftar komponen yang panjang, klasifikasi ABC membantu Anda melihat item mana yang layak di-kitting berdasarkan seberapa banyak waktu picking yang selama ini dihabiskan untuknya.

2. Tetapkan SKU dan Barcode Khusus

Sebuah kit harus ada sebagai catatannya sendiri. Beri ia SKU dan barcode baru, terpisah dari item-item komponen di dalamnya. Inilah yang memungkinkan Anda memindai kit sebagai satu baris saat pengiriman, sementara sistem tetap mengurangi setiap komponen dari jumlahnya masing-masing di baliknya.

3. Siapkan dan Simpan Kit di Zona Khusus

Simpan kit yang sudah jadi di lokasi berlabel sendiri agar pesanan kit cukup jadi satu kali pengambilan. Untuk kit produksi, jadikan kitting sebagai langkah tetap saat komponen tiba, dan siapkan kemasan yang tepat sebelum Anda mulai. Zona khusus menghilangkan aktivitas mondar-mandir yang biasa terjadi pada pengambilan komponen lepasan.


Kitting di BoxHero

BoxHero mendukung kitting melalui fitur Bundel, yang menggabungkan item-item yang sudah ada di inventaris Anda menjadi satu produk untuk keperluan pembelian dan penjualan. Saat sebuah bundel terjual, BoxHero otomatis menyesuaikan jumlah stok komponen-komponennya, sehingga jumlah komponen di baliknya tetap akurat.

Tampilan Bundel BoxHero yang menampilkan Fuel System Kit dengan SKU, barcode, dan tiga item komponen yang tertaut.

Pengaturannya cukup 3 langkah sederhana:

  1. Daftarkan komponen-komponen individual sebagai item, masing-masing dengan harga pokok dan harga jualnya sendiri.
  2. Buat bundel di Pusat Data > Bundle. Gunakan opsi auto-generate BoxHero untuk membuat SKU dan barcode bundel dalam sekali klik.
  3. Tautkan item-item komponen ke bundel yang baru dibuat.
Tim gudang bisa mendaftarkan "Tool Kit" berisi bor, sekrup, dan alat pelindung sebagai satu bundel, lalu memindahkannya lewat purchase order dan sales order untuk melacak penggunaannya.
Produsen bisa menyimpan bahan baku sebagai item individual dan mendaftarkan set jadi sebagai bundel.

Ingin menguji kit Anda sebelum berlangganan?Gunakan semua fitur secara gratis selama 30 hari.

Cara termudah untuk memulai adalah dengan dua atau tiga kombinasi yang paling sering Anda jual atau rakit. Beri masing-masing SKU-nya sendiri, lacak kit tersebut bersama komponen-komponennya, dan tambahkan lebih banyak begitu Anda melihat kerja persiapannya mulai membuahkan hasil.

Coba gratis dengan BoxHero.


ARTIKEL TERKAIT

7 Fitur BoxHero yang Wajib Anda Coba
Sudah pakai BoxHero tapi belum tahu semua fiturnya? Temukan 7 fitur yang bisa menghemat waktu dan membuat pengelolaan inventaris Anda jauh lebih efisien.
Terlalu Banyak SKU? Cara Mengelola Inventory Agar Tetap Fokus pada Profit
Banyak bisnis berkembang mulai merasakan gejala yang sama. Gudang terasa semakin penuh, tim operasional kewalahan, laporan stok sulit disinkronkan, dan margin keuntungan tidak meningkat sebanding dengan jumlah produk yang ditambahkan. Di titik ini, pertanyaannya bukan lagi tentang seberapa banyak SKU yang dimiliki, melainkan seberapa efektif SKU tersebut dikelola.