Belajar Mengelola Inventaris dari Dua Raksasa Retail Dunia

Belajar Mengelola Inventaris dari Dua Raksasa Retail Dunia

Walmart menjual ribuan jenis bahan makanan, kebutuhan rumah tangga, dan berbagai produk lainnya.

Bagaimana perusahaan sebesar Walmart, dengan begitu banyak item untuk dijual, bisa mengelola inventarisnya secara efektif? Dalam artikel kali ini, kita akan membahas strategi manajemen inventaris dari dua raksasa ritel asal Amerika: Walmart dan Costco, sekaligus menarik pelajaran yang bisa diterapkan untuk bisnis di Indonesia.


Mitra Walmart: Peran Penting Supplier

Kita tidak bisa membahas manajemen inventaris Walmart tanpa membicarakan kolaborasi erat mereka dengan para supplier.

Para supplier memiliki akses langsung ke sistem manajemen inventaris Walmart. Mereka bisa melihat level stok Walmart secara real-time, dan membuat keputusan sendiri tentang produk apa yang perlu dikirim dan kapan harus dikirim. Alih-alih Walmart yang mengendalikan semua manajemen inventaris secara terpusat, mereka menerapkan manajemen inventaris terdesentralisasi.

Stok yang habis bisa berarti kehilangan penjualan, dan pelanggan yang tidak mendapatkan apa yang mereka butuhkan tepat waktu cenderung beralih ke kompetitor. Tapi Walmart tidak perlu khawatir soal pengecekan stok berkala atau keterlambatan pengiriman dari supplier. Sebaliknya, Walmart memercayakan supplier untuk menjaga level inventaris tetap stabil dan operasional toko tetap berjalan lancar.

Mengatur Notifikasi: Peringatan Stok dan Laporan Mingguan
Stok menipis tapi Anda tidak tahu? Pelajari cara mengonfigurasi notifikasi BoxHero dari pengingat stok rendah, hingga laporan mingguan agar tidak ada yang terlewat.
Truk Walmart yang mengangkut barang di jalan tol.

Walmart juga berupaya mengoptimalkan inventaris melalui cross-docking, salah satu bentuk sistem just-in-time (JIT) untuk mendapatkan produk dari supplier. Cross-docking adalah praktik memindahkan barang langsung dari truk supplier ke truk retailer, tanpa perlu disimpan dulu di gudang. Pendekatan ini tidak hanya mempercepat waktu pengiriman, tapi juga mengurangi biaya penyimpanan yang tidak perlu.

Menjaga level inventaris yang tepat sepanjang waktu adalah kunci untuk bisa menerapkan cross-docking, dan ini hanya bisa dicapai melalui kolaborasi yang erat dengan supplier yang ikut membantu mengoptimalkan inventaris.

Pendekatan kolaborasi supplier seperti Walmart sebenarnya juga diterapkan oleh retailer besar di Indonesia. Sebuah studi yang membandingkan Alfamart dan Indomaret menunjukkan bahwa Alfamart dikenal dengan fleksibilitas dan kecepatan respons supply chain-nya, sementara Indomaret mengedepankan stabilitas dan efisiensi. Keduanya sangat bergantung pada integrasi teknologi dan kolaborasi strategis dengan supplier untuk menjaga ketersediaan produk di ribuan gerai mereka.


Mengelola Inventaris dengan Berbagai Jenis Stok

Selain bekerja sama dengan supplier, Walmart juga meningkatkan performa operasionalnya melalui pengelolaan inventaris berdasarkan jenis stoknya.

Ada beberapa jenis inventaris, mari kita lihat lebih dekat bagaimana Walmart memanfaatkan in-transit inventory, safety stock, dan reserve inventory!

In-transit inventory adalah stok yang sedang dalam perjalanan dari suatu titik di supply chain menuju toko. Sebagai retailer besar yang mengambil barang dari seluruh dunia, waktu pengiriman produk bisa sangat bervariasi, kadang hanya satu sampai dua hari, kadang dua sampai tiga minggu. Walmart mengelola in-transit inventory dan stok jadi yang siap dijual secara terpisah, di mana in-transit inventory digunakan untuk mengisi ulang stok jadi sambil tetap menjaga akurasi jumlah.

Mobil-mobil yang parkir di area parkir Walmart.

Retailer besar seperti Walmart, atau bisnis apa pun yang perlu menyimpan inventaris, biasanya menggunakan peramalan permintaan untuk menentukan jumlah stok yang tepat sebelum melakukan pemesanan ke supplier. Tapi peramalan tetaplah peramalan. Kenyataannya segala sesuatu tidak selalu berjalan sesuai prediksi. Di sinilah peran reserve inventory: cadangan stok untuk memastikan bisnis tidak kehabisan ketika permintaan tiba-tiba melonjak.

Reserve inventory adalah stok yang tidak pernah digunakan dalam operasional sehari-hari. Stok ini hanya disimpan untuk momen-momen khusus seperti Black Friday, Natal, Lebaran, & Tahun Baru, saat pelanggan cenderung berbelanja dalam jumlah besar. Tanpa stok cadangan, Anda bisa kehilangan peluang penjualan yang berharga. Itulah mengapa Walmart melakukan peramalan untuk lonjakan permintaan musiman dan menyiapkan reserve inventory agar penjualan tidak terganggu.


Perputaran Inventaris Tinggi dengan SKU yang Lebih Sedikit

Strategi Costco mirip dengan Walmart, tapi dengan pendekatan yang berbeda: sebagai toko bergaya gudang, Costco mengusung konsep "besar" dan "murah." Untuk menjual produk dalam jumlah besar dengan harga murah, pendekatan manajemen inventaris Costco adalah dengan membatasi jumlah SKU.

Stock Keeping Unit (SKU) adalah unit terkecil untuk mengelola inventaris. Definisinya bisa berbeda-beda di setiap perusahaan, tapi biasanya didasarkan pada jenis, kondisi, ukuran, warna, dan tanggal kedaluwarsa produk. Costco mengoperasikan ratusan gudang di berbagai negara. Yang menarik, perusahaan ini membatasi jumlah SKU di setiap gudangnya tidak lebih dari 3.800, jauh lebih sedikit dibanding retailer besar pada umumnya yang bisa menyimpan puluhan ribu SKU di satu lokasi.

Costco Virginia.

Strategi pembatasan SKU yang diterapkan Costco dirancang untuk membebaskan ruang bagi produk-produk dengan volume penjualan tinggi dengan cara tidak menyimpan produk yang kurang laku, dan meningkatkan perputaran inventaris dengan fokus pada barang yang benar-benar terjual di rak serta cepat mengisi ulang stoknya saat habis. Tampilan khas Costco (palet inventaris yang ditumpuk di atas rak) juga merupakan hasil dari jumlah SKU yang rendah, yang sekaligus memungkinkan penghematan biaya tenaga kerja untuk manajemen inventaris.

Strategi pembatasan SKU ini juga mulai diterapkan oleh beberapa retailer modern di Indonesia. Indogrosir misalnya, sebagai pusat perkulakan, menerapkan pendekatan yang mirip yaitu fokus pada produk dengan volume tinggi dan kemasan besar untuk pelaku usaha. Bahkan minimarket seperti Alfamart dan Indomaret pun memiliki strategi kurasi SKU yang ketat agar setiap meter persegi rak menghasilkan penjualan yang maksimal.


Poin-poin Utama

Walmart menerapkan manajemen inventaris yang efisien melalui kolaborasi aktif dengan supplier, sistem cross-docking, dan penggunaan berbagai jenis inventaris untuk merespons perubahan kondisi supply chain dan permintaan secara fleksibel.

Costco menjaga tingkat perputaran inventaris yang tinggi dengan membatasi jumlah SKU. Jika Anda menjalankan bisnis ritel yang mengelola banyak jenis produk, entah itu minimarket, toko grosir, atau bahkan supermarket lokal, ambillah pelajaran dari strategi manajemen inventaris Walmart dan Costco!

BoxHero, Awal dari Pengelolaan InventarisGunakan semua fitur secara gratis selama 30 hari.